Keanekaragaman Cendawan Di Desa Bleber, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Abstract
Abstract
Mushroom is a type of fungi that is classified as macroscopic which has a habitat in humid places. In Indonesia, there are still many species of macroscopic mushroom that have not been discovered and identified. In addition, mushroom also play an important role in forest ecosystems. Bleber village is one of the villages in Central Java which is included in a hilly area where there are still many forests with large trees, dense canopy and forest floor filled with litter and gardens belonging to residents which are still beautiful so that it allows a lot of mushroom to grow because it has environmental conditions suitable for mushroom habitat. This research aims to determine the diversity of mushroom in the village of Bleber Bener Purworejo. The method used in this research was a survey method with a single plot technique and plotting on purpose (Purposive Sampling) following the presence of the mushroom, and taking samples of mushroom specimens in the Bleber village area for microscopic observations in the form of mushroom hyphae and spores. The results of the diversity study obtained 33 species of mushroom belonging to 2 phylum, namely Ascomycota and Basidiomycota, and consisted of 11 orders and 25 families. Most of the mushroom found were from the phylum Basidiomycota in the order Agaricales. Mushroom diversity in Bleber Village is in the medium category (H' = 2,3383), the index of evenness is in the high category (e = 0,6687), and the index of dominance shows that in the Bleber village none of the mushroom species dominates (C = 0,2032).
.
Keywords: Diversity, Mushroom, Bleber Village.
Abstrak
Cendawan merupakan jenis jamur yang tergolong makroskopis yang memiliki habitat di tempat lembab. Di Indonesia masih banyak spesies jamur makroskopis yang belum ditemukan dan diidentifikasi selain itu, cendawan juga berperan penting dalam ekosistem hutan. Desa bleber merupakan salah satu desa di Jawa Tengah yang termasuk dalam wilayah perbukitan yang masih terdapat banyak hutan dengan pohon-pohon besar, tajuk yang rapat dan lantai hutan yang dipenuhi serasah serta kebun milik warga yang masih asri sehingga memungkinkan banyak ditumbuhi cendawan karena memiliki kondisi lingkungan yang cocok untuk habitat cendawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman cendawan yang ada di desa Bleber Bener Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik plot tunggal dan peletakan plot secara sengaja (Purposive Sampling) mengikuti keberadaan cendawan, serta mengambil sampel spesimen cendawan di kawasan desa Bleber untuk dilakukan pengamatan mikroskopis berupa hifa dan spora cendawan. Hasil penelitian keanekaragaman memperoleh 33 spesies cendawan yang tergolong dalam 2 filum yaitu Ascomycota dan Basidiomycota, serta terdiri dari 11 ordo dan 25 famili. Cendawan yang paling banyak ditemukan berasal dari filum Basidiomycota pada ordo Agaricales. Keanekaragaman Cendawan di Desa Bleber termasuk dalam kategori sedang (H’ = 2,3383), indeks kemerataan termasuk dalam kategori tinggi (e = 0,6687), dan indeks dominansi menunjukkan bahwa di desa tersebut jenis-jenis cendawan tidak ada yang mendominasi (C = 0,2032).
Kata Kunci: Keanekaragaman, Cendawan, Desa Bleber
References
Angelini, C dan Medardi, G., 2012. Tropical fungi: Twelve Species of Lignicolous AscomycotaFrom the Dominican Republic. Mycosphere. Vol. 3, No. 5.
Arif, dkk., 2007. Isolasi Dan Identifikasi Jamur Kayu Dari Hutan Pendidikan dan Latihan Tabo-Tabo Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Perennial. Vol. 3, No. 2.
Campbell, dkk., 2012, Biologi (Edisi 8 Jilid 2), Erlangga, Jakarta.
Cui, Bao-Kai, Li-Ping Tang, dan Yu-Cheng Dai. 2011., Morphological and Molecular Evidences For a New Species of Lignosus (Polyporales, Basidiomycota) From Tropical China. Mycological Progress. 10:267–271.
Darnetty., 2006, Pengantar Mikologi, Andalas Universitas Press, Padang.
Destaranti, N., Sulistyani, & Yani, E., 2017. Struktur dan Vegetasi Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Pinus di RPH Kalirajut dan RPH Baturraden Banyumas. Scripta Biologica. Vol. 4, No. 3.
Djarwanto, dkk., 2008. Koleksi, Isolasi dan Seleksi Fungi Pelapuk Di Areal Rutan Tanaman Industri Pulp Mangium Dan Ekaliptus. Penelitian Hasil Hutan. Vol. 26, No. 4.
Dwidjoseputro, D., 1990, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Djambatan, Jakarta.
Gandjar, I., Ariyanti, O. dan Wellyzar, S., 2014, Mikologi Dasar dan Terapan, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta.
Gunawan, A.W., 2008, Usaha Pembibitan Jamur, Penebar Swadaya, Jakarta.
Kasongat, dkk., 2019. Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati Di Seram Bagian Timur. Jurnal Ilmu- Ilmu Eksata. Vol. 1, No. 1, edisi Februari.
Kuo, M., (2015). Lepiota cristata. Diakses tanggal 4 Mei 2021 dari http://www.mushroomexpert.com/le piota_cristata.html.
Kuo, M., (2019). Xylaria polymorpha. Diakses tanggal 3 Mei 2021 dari http://www.mushroomexpert.com/x ylaria_polymorpha.html.
Laelawati, Susi., 2008, Keanekaragaman Hayati, Nobel Edumedia, Jakarta.
Noverita N, Sinaga E, dan Setia TM., 2017. Jamur Makro berpotensi pangan dan obat di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dan Cagar Alam Batang Palupuh Sumatera. Mikologi Indonesia. 1 (1).
Odum, Eugene P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Rahayu, Heni Puji., 2012. Penyusunan Modul tentang Keanekaragaman Cendawan Di Kawasan Tlogo Muncar Taman Nasional Gunung Merapi Sebagai Alternatif Bahan Ajar Materi Fungi Untuk Siswa SMA Kelas X Semester 1. (Skripsi), UNY, Yogyakarta.
Retnowati, dkk., 2019, Status Keanekaragaman Hayati Indonesia: Kekayaan Jenis Tumbuhan dan Jamur Indonesia, LIPI Press, Jakarta.
Sinery, A., 2010. Populasi Kuskus di Cagar Alam Pegunungan Arfak Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Agrifor. Vol. IX, No.2.
Suhardiman., 1995, Jamur Kayu, Penebar Swadaya, Jakarta.
Suharna, N., 1993. Keberadaan Basidiomycetes di Cagar Alam Bantimurung, Karaenta dan Sekitarnya, Maros, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Hasil Litbang SDH 1993. Balitbang Mikrobiologi, Puslitbang Biologi- LIPI, Bogor.
Tampubolon, J., 2010. Inventarisasi Jamur Makroskopis di Kawasan Ekowisata Bukit Lawang Kabupaten Langkat Sumatera Utara. (Tesis), Biologi FMIPA USU, Medan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

