STATISTICAL ANALYSIS OF STUNTING IN CENTRAL JAVA PROVINCE IN 2024
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia karena mempengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kondisi ini disebabkan oleh malnutrisi kronis yang terjadi sejak kehamilan hingga masa kanak-kanak awal. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan dan tren prevalensi stunting pada balita di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (PPN). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari PPN 2024, yang dianalisis melalui statistik deskriptif, analisis varians, dan analisis tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Tengah menurun dari 20,7% pada tahun 2023 menjadi 17,1% pada tahun 2024. Analisis statistik menunjukkan rata-rata prevalensi stunting di seluruh kabupaten/kota sebesar 18,36% dengan standar deviasi 4,01%, yang mengindikasikan adanya perbedaan antar wilayah. Beberapa daerah, seperti Temanggung, Grobogan, dan Boyolali, masih memiliki angka stunting yang relatif tinggi, sementara daerah perkotaan seperti Kota Semarang dan Kabupaten Demak menunjukkan hasil yang lebih baik. Penurunan prevalensi sebesar 11,30% menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mengatasi stunting. Namun faktor-faktor yang berkontribusi seperti praktik pengasuhan, sanitasi, akses terhadap makanan bergizi, dan kondisi sosial ekonomi masih mempengaruhi prevalensi perbedaan antar daerah. Oleh karena itu, stunting harus ditangani secara komprehensif melalui intervensi gizi yang spesifik dan sensitif yang melibatkan berbagai sektor, khususnya selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), untuk mendukung pertumbuhan anak yang optimal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
