Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan di Dusun Karangasem, Desa Sampang Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul

  • Nur Amalia Tsani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Yuda Firnanda Saputra Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Riyan Nur Hadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Nur Baetil Qirom Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Lahin Hariyyuna Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Abdul Rahman Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Walada Afton Abiyasa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Fitriyani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Rikaz Panji Wicaksana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Is Mardhiyati Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Keywords: biogas, energi alternatif, kotoran sapi, ramah lingkungan

Abstract

Biogas adalah sumber energi berupa gas metana yang dihasilkan oleh bakteri metanogen melalui proses fermentasi secara anaerob. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari, sehingga tidak lagi menggunakan minyak  tanah  untuk  memasak.  Salah  satu  bahan  dasar  yang  dapat  digunakan  untuk  produksi  biogas  adalah  kotoran  sapi.  Proses pengolahan sisa hasil pencernaan sapi menjadi produk biogas berpotensi untuk menghasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan. Melihat potensi itu, biogas dapat menjadi sumber energi alternatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah pupuk organik dari kotoran sapi yang belum digunakan oleh petani sebagai biogas. Metode yang digunakan adalah konseling, dan demonstrasi instalasi biogas sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh warga dusun Karangasem. Penyuluhan dan praktek dilakukan di rumah kepala dusun Karangasem. Hasil dalam implementasi sederhana dari produksi biogas dari kotoran menunjukkan bahwa gas yang terbentuk ditandai dengan kehadiran plastik gelembung gas dan bau seperti bau khas dari kotoran sapi. Gas yang dihasilkan pada hari ke-10 setelah pengisian kotoran sapi, dan maksimum dicapai pada hari ke-20. Untuk keberlanjutan gas sebagai bahan bakar, setiap dua sampai tiga hari perlu pengisian kotoran sapi sekitar 3-4 ember/1 arco. Biogas telah berhasil digunakan oleh petani untuk memasak air dan membuat masakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Published
2019-04-01
How to Cite
Tsani, N. A., Saputra, Y. F., Hadi, R. N., Qirom, N. B., Hariyyuna, L., Rahman, A., Abiyasa, W. A., Fitriyani, Wicaksana, R. P., & Mardhiyati, I. (2019). Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan di Dusun Karangasem, Desa Sampang Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Prosiding Konferensi Pengabdian Masyarakat , 1(1), 67-69. Retrieved from http://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/abdimas/article/view/138
Section
Articles