Peningkatan Ekonomi Melalui Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Kerajinan Tangan di Dusun Karangnongko, Giripurwo Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta

  • Ria Resky Fauzi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Laeli Maria Ulfah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Tika Viki Adisti Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Dena Agustin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Chusnul Afifah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Rizal Zulfikri Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Ulil Amri Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Deswar H N Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • M. Wildan R Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Keywords: pengelolaan sampah, produk kerajinan tangan, sampah plastik

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat atau progam Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Integrasi-Interkoneksi bagi kelompok 176 yang ditempatkan di dusun Karangnongko, desa Giripurwo, kecamatan Purwosari, kabupaten Gunungkidul  telah  melaksanakan  program-program  kerja.  Titik  fokus  yang  diambil  adalah  bidang  agama,  sosial,  dan  ekonomi. Kegiatan-kegiatan pada bidang tersebut berupa TPA, TPQ, Kelompok Belajar (Bimbel), Perayaan Hari Anak Nasional 2018, Sarasehan "Perencanaan Keuangan dan Anggaran Belanja Keluarga", Posyandu, KIA, Pembuatan Kerajinan Tangan, Perayaan Hari Raya Idul Adha, dan Bakti Sosial (Baksos). Dusun Karangnongko merupakan salah satu wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Dari segi agama dan sosial, masyarakatnya mampu hidup berdampingan serta harmonis meskipun terdapat perbedaan agama. Selain itu, budaya organisasi, masyarakat tersebut termasuk ke dalam golongan yang aktif dan baik. Bahkan, dari golongan ibu-ibu PKK sudah memiliki kreatifitas tersendiri. Adalah pengelolaan sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan  sampah  plastik  yang  dibuang  ke  laut  (kompas,  2018).  Sumber  sampah  terbanyak  adalah  berasal  dari  pemukiman, komposisinya berupa 75% terdiri darisampah organik dan hanya 25% sampah anorganik jurnal Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif (Hijrah Purnama Putra dan Yebi Yuriandal)). Sampah anorganik berbeda dengan sampah organik. Sampah anorganik tidak dapat didegradasi oleh alam sehingga bisa berdampak buruk jika tidak dikelola. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, diperlukan suatu lahan yang sangat luas untuk mengimbangi produksi sampah jenis ini.Sebagai produk kreatif, karya kreasi sampah plastik memiliki nilai komersial yang menjanjikan. Produkini memiliki daya jual yang dapat menghasilkan keuntungan. Produk tersebut secara umum dijual dalam bentuk kerajinan tangan yang daya guna bagi masyarakat.

Published
2019-04-01
How to Cite
Fauzi, R. R., Ulfah, L. M., Adisti, T. V., Agustin, D., Afifah, C., Zulfikri, R., Amri, U., N, D. H., & R, M. W. (2019). Peningkatan Ekonomi Melalui Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Kerajinan Tangan di Dusun Karangnongko, Giripurwo Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Prosiding Konferensi Pengabdian Masyarakat , 1(1), 71-73. Retrieved from http://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/abdimas/article/view/139
Section
Articles