Analisis Kualitas Air yang Mengandung Zat Kapur sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Dusun Gading

  • Ma’ruf Hidayat UIN Sunan Kalijaga
  • Asfin Handoko UIN Sunan Kalijaga
  • Nabilah Ulfah UIN Sunan Kalijaga
  • Dinda Bekti Pertiwi UIN Sunan Kalijaga
  • Deshandra Yusuf Siswan A. UIN Sunan Kalijaga
  • Detin Nararais UIN Sunan Kalijaga
  • Muhammad Khanifudin UIN Sunan Kalijaga
  • Kenanga Rahmi Annisa UIN Sunan Kalijaga
Keywords: analisis kualitas air, kualitas kesehatan, penyaringan, zat kapur

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia seperti halnya di Padukuhan
Gading Kabupaten Gunungkidul. Fungsi air bagi kehidupan manusia tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang
utama bagi kehidupan ialah sebagai air minum. Hal ini dikarenakan untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh sehingga kualitas dan
kuantitas air akan mempengaruhi kesehatan tubuh manusia. Sering di jumpai kualitas air yang digunakan masyarakat kurang memenuhi
syarat sebagai air minum yang sehat dan bersih seperti halnya di Padukuhan Gading. Besarnya wilayah tanah berkapur di padukuhan ini
menyebabkan tingginya kandungan kapur pada air tanah. Meskipun beberapa zat dalam air tanah bermanfaat, tetapi apabila melebihi
batas dapat membahayakan tubuh manusia. Air dengan zat kapur yang tinggi ini disebut air sadah. Air kapur dapat mengganggu
kesehatan apabila di konsumsi sebagai air minum dalam jumlah yang tinggi. Penggunaan air kapur untuk memasak juga dapat
menimbulkan endapan atau pengerakan yang biasa di jumpai pada perkakas dapur. Selain itu, keperluan seperti mencuci baju atau yang
lain akan mengakibatkan konsumsi sabun lebih banyak. Hal ini karena sabun kurang efektif akibat salah satu bagian dari molekul sabun di
ikat oleh unsur Ca. Menurut WHO air yang mengandung zat kapur tinggi dapat menimbulkan penyumbatan pembuluh darah jantung
(Cardio Vascular Desease) dan batu ginjal (Urolithiasi) yang dapat menyebabkan kencing batu (Anonim, 2104). Tidak hanya itu, model
pengairan di padukuhan Gading yang berasal dari sumur bor yang kemudian ditampung di beberapa wilayah menurut Puskesmas
Purwosari memicu adanya perkembangbiakan bakteri ecoli. Hal ini dibuktikan dengan tingginya penderita diare. Sehingga perlu adanya
perbaikan sistem pengairan atau mengurangi perkembangan bakteri. Maka dari itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat di
Padukuhan Gading guna memberikan pengetahuan tentang kualitas air dan juga cara mengurangi bahayanya. Dari hasil kegiatan ini
didapatkan solusi bahwasanya untuk mengurangi kadar zat kapur yang tinggi dapat menggunakan cara viltrasi sederhana. Sedangkan
untuk mengurangi bakteri ecoli dapat menggunakan senyawa kaporit atau bahkan mengganti sistem pendistribusian airnya.

Published
2019-04-30
How to Cite
Hidayat, M., Handoko, A., Ulfah, N., Pertiwi, D. B., Siswan A., D. Y., Nararais, D., Khanifudin, M., & Annisa, K. R. (2019). Analisis Kualitas Air yang Mengandung Zat Kapur sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Dusun Gading. Prosiding Konferensi Pengabdian Masyarakat , 1(1), 277-279. Retrieved from http://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/abdimas/article/view/223
Section
Articles