Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Sistem Vertikultur dari Limbah Plastik Sebagai Upaya Mendukung Indonesia Bebas Sampah dan Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga di Dukuh Baturan Kec. Gantiwarno Kab. Klaten
Keywords:
ketahanan pangan, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah, sistem vertikulturAbstract
Pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan sistem vertikultur dari limbah plastik
sebagai upaya mendukung Indonesia bebas sampah dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga di Dukuh Baturan Kecamatan
Gantiwarno Kabupaten Klaten. Warga Dusun Baturan perlu mendapat bantuan optimalisasi pemanfaatan pekaranagn karena sebagian
besar mempunyai pekarangan yang relative luas namun kurang dimanfaatkan dengan baik. Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan
system vertikultur dari limbah plastic ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan agar dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan
keluarga maupun sebagai keindahan estetika. Selain itu dapat Reuse dan Recycle sampah plastic menjadi media tanamnya. Metode yang
digunakan meliputi observasi lapangan, mengkomunikasikan rencana kegiatan, pengumpulan limbah plastic, sosialisasi program,
penyuluhan, pelatihan dan sharing bersama dan yang terakhir adalah mentoring. Hasil dari sosialisasi ialah memanfaatkan bungkus
minyak goreng yang disulap menjadi media tanam dan botol minuman sebagai media tanam system vertikultur. Tanaman yang menjadi
focus ini adalah tanaman cabai yang tidak dipungkiri setiap rumah tangga pasti membutuhkannya. Sedangkan tanaman yang dapat
ditanam dengan system vertikultur adalah tanaman semusim yang banyak mengandung air (herbaceous) seperti bayam, kangkung, selada
dll. Dewasa ini masyarakat dunia mulai memperhatikan persoalan lingkungan dan ketahanan pangan dengan melakukan suatu upaya
untuk menghasilkan pangan serta yang hali ini dapat dilakukan dengan mensinergiskan dengan kegiatan pengelolaan sampah menjadi
barang yang lebih berguna yang dapat mendukung kegiatan produktivitas terhadap kemandirian pangan yang tetap dengan nuansa
ekologis , yang ramah lingkungan, ekonomis , seperti apa yang telah diharapkan dan dapat terwujudnya better environment, better
farming , and better living.