Shalat dalam Pandangan Matematika
Keywords:
Shalat, Matematika, Shalat dalam pandangan matematika, Matematika IslamAbstract
Diantara beberapa kewajiban dari umat Islam ialah shalat. Shalat merupakan satu-satunya kewajiban umat muslim yang tidak dapat ditawar. Tidak seperti kewajiban-kewajiban yang lain, yakni misalnya seseorang diperbolehkan meninggalkan puasa apabila memang tidak mampu, boleh tidak berzakat bila masih berkekurangan, dan boleh tidak bertamu ke Baitullah bila tidak cukup bekal. Akan tetapi, untuk shalat tidak dapat ditinggalkan dengan alasan apapun dan bagaimanapun terkecuali dalih kematian. Sebenarnya, banyak hal yang belum kita ketahui tentang sesuatu yang terkandung dalam shalat jika dipandang dalam matematika. Pada faktanya dalam shalat memang istimewa. Pada akhirnya shalat bermuara pada dimensi vertikal, yakni wujud pengabdian diri pada sang pencipta. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai sudut pandang shalat dalam matematika. Bagaimana jika shalat dipandang dalam sudut pandang matematika/shalat dikaitkan dengan sesuatu hal yang istimewa dalam matematika. Oleh karena itu, dalam naskah ini ada beberapa kajian mengenai “Shalat dalam Pandangan Matematika”.
Downloads
References
Abdullah, Amin. 2010. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bastaman, Hanna Djumhana. Islamisasi Sains dengan Psikologi sebagai Ilustrasi, Jurnal Ulumul Qur’an Vol. II.1991/1411: 10-17.
Basya, Fahmi. 2010. Matematika Islam: Sebuah Pendekatan Untuk Yaqin. Jakarta: Republik
Mulyono, Agus. (dkk). 2006. Fisika dan Al-Qur’an. Malang: UIN Malang Press.
