Studi Karakteristik Perkembangan Sains di Iran, Arab Saudi dan Mesir (1950-2000)

Authors

  • Selvia Santi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Keywords:

Perkembangan sains, Karakteristik, Iran, Arab Saudi, Mesir

Abstract

Perkembangan sains tidak hanya terjadi di negara-negara maju tempat tumbuhnya sains, namun juga terbawa ke berbagai belahan dunia lewat kemajuan teknologi, salah satunya sampai pada wilayah Timur Tengah. Timur Tengah merupakan wilayah yang kaya akan peradaban masa silamnya yang gemilang, seiring berjalannya waktu masa keemasan tersebut berganti dengan masa stagnansi. Stagnansi ini terjadi secara merata di negara-negara Timur Tengah, sebagai perwakilan dari gambaran Timur Tengah tersebut yang diambil menjadi representasi adalah negara Iran, Arab Saudi, dan Mesir. Pemilihan ketiga negara didasarkan pada sejarah peradabannya yang tua dan keterlibatan negara ini dengan sains dinilai cukup intens. Namun meskipun memiliki beberapa persamaan tersebut, tiga negara ini memiliki cara dan karakteristiknya masing-masing dalam menghadapi perjumpaannya dengan sains modern. Karakteristik yang melekat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya latar sejarah perkembangan sains, dominasi madzhab, dan faktor geopolitik. Beberapa faktor yang sifatnya politis tersebut dimasukkan sebagai pertimbangan adanya keterkaitan antara relasi kuasa dan pengetahuan yang kuat dalam mempengaruhi perkembangan kehidupan dari berbagai segi, salah satunya upaya perkembangan sains. Deskripsi atas studi karakteristik ini membantu untuk melihat proses pengembangan sains dibeberapa negara tersebut sehingga membentuk adanya kekhasan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Selvia Santi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Program Studi Magister Interdisciplinary Islamic Studies

References

Abu-Rabi, Ibrahim M. 1996. “Arab World.” In History of Islamic Philosophy Part I, 1105. New York: Routledge.
Ahmed, Akbar S. 1997. Membedah Islam. terj. Zulfahmi Andri. Bandung: Pustaka.
Aminrazavi, Mehdi. 1996. “Persia.” In History of Islamic Philosophy Part I, 1046. New York: Routledge.
Assagaf, Muhammad Hasyim. 2009. Lintasan Sejarah Iran: Dari Dinasti Achaemenia Ke Republik Revolusi Islam. Jakarta: The Cultural Section of Embassy of the Islamic Republic of Iran.
Garfield, Dr E. 1983. “Mapping Science in the Third World.” Information Scientist 6: 253–64.
Guessoum, Nidhal. 2014. Islam Dan Sains Modern. terj. Maufur. Bandung: Mizan.
Hitti, Philip K. 2002. History of the Arab. terj. R Cecep Lukman Yasin, dkk. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Hoodbhoy, Pervez. 1997. Islam Dan Sains: Pertarungan Menegakkan Rasionalitas. terj. Luqman. Bandung: Pustaka.
Iqbal, Muzaffar. 2007. Science and Islam. London: Greenwood Press.
Kharabaf, Shabnam, and Mohammad Abdollahi. 2012. “Science Growth in Iran over the Past 35 Year.” Journal Reasearch in Medical Science, 275–79.
Lapidus, Ira M. 1999. Sejarah Sosial Umat Islam. terj. Ghufran A Mas'adi. Jakarta: RajaGrafindo.
Nasr, Seyyed Hossein. 1976. Islamic Science: An Illustrated Study. England: World of Islam Festival Publishing Company Ltd.
Ofek, Hillel. 2011. “Why the Arabic World Turned Away from Science.” The New Atlantis Journal of Technology and Society.
Partanto, Pius A. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.
UNESCO, Tim. 1984. Islam, Filsafat Dan Ilmu. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya & UNESCO.
Ziadat, Adel A. 1986. Western Science in the Arab World: The Impact of Darwinism, 1860-1930. New York: St. Martin’s Press.

Downloads

Published

2018-10-01

How to Cite

Santi, S. . (2018). Studi Karakteristik Perkembangan Sains di Iran, Arab Saudi dan Mesir (1950-2000). Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 1, 177–183. Retrieved from http://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/kiiis/article/view/30

Issue

Section

Articles