Sintesis Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dengan Aktivator HCl

  • Galih Padmasari Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Asih Melati Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Aktivator HCl, Karbon Aktif, SEM, Tempurung Kelapa

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah salah satunya kelapa. Kelapa di Indonesia tahun 2017 dengan luas 3.544.393 Ha menghasilkan 2.871.280 Ton. Tempurung kelapa dapat digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan karbon aktif. Penelitian ini dilakukan dengan mensintesis dan mengkarakterisasi karbon aktif dengan tempurung kelapa. Metode penelitian yang dilakukan yaitu mensintesis karbon kemudian diaktivasi menggunakan aktivator dan dibuktikan dengan uji morfologi menggunaan Scanning Elektron Microscopy (SEM). Perlakuan pertama yang dilakukan pada penelitian ini yaitu tempurung kelapa dikarbonasi dengan suhu 600 oC selama 2 jam kemudian diaktivasi menggunakan aktivator HCl 0,1 M direndam selama 24 jam. Kemudian diuji morfologi dengan menggunakan SEM. Dari bahan ini memiliki ukuran karbon aktif memiliki pori sebesar 110nm-359nm dan memiliki bentuk karbon yang tidak beraturan.

[Indonesia has abundant natural resources, one of which is coconut. Coconut in Indonesia in 2017 with an area of 3,544,393 hectares produces 2,871,280 tons. Coconut shell can be used as one of the basic ingredients for making activated carbon. This research was conducted by synthesizing and characterizing activated carbon with a coconut shell. The research method carried out is to synthesis carbon then activated using an activator and proven by morphological tests using Scanning Electron Microscopy (SEM). The first treatment performed in this study was coconut shell carbonated at 600oC for 2 hours then activated using 0.1 M HCl activator soaked for 24 hours. Then morphological testing using SEM. Of this material has a size of activated carbon has a pore of 110nm-359nm and has an irregular shape of carbon.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Tallo Johan. Keluhan MRT Minim Tempat Sampah dan Bau Pesing. Jakarta: Liputan6.com. 2019.
[2] Kurniati, Dwi Feti. “Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi Sintesis Arang Aktif dari Tempurung Kelapa Dan Aplikasinya.” Vol.14 No.3: 72–76. 2011.
[3] Mozammel, H.M., Masahiro, O., Bhattacharya SC. Activated charcoal from coconut shell using ZnCl2 activation. Biomass and Bioenergy. Vol. 22 : 397-400. 2002.
[4] Hendaryati, Demitria Dewi, dkk. Statistik Perkebunan Indonesia "Kelapa". Jakarta: Ditektorat Jendral Perkebunan. 2015.
[5] Sudaryanto, Y, Hartono, S. B, Irawaty, W, Hindarso, H, dan Ismadji, S. High surface area activated carbon prepared from cassava peel by chemical activation. Bioresource Technology. Vol.97 No.5: 734–739. 2006.
[6] Indah Subadra, Pembuatan Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa dengan Aktivator (NH4)HCO3 dan Aplikasinya sebagai Adsorben dalam Proses Penjernihan Virgin Coconut Oil, skripsi, Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
[7] Murti, S. Pembuatan Karbon Aktif dari Tongkol Jagung untukAdsorpsi Molekul Amonia dan Ion Krom (Skripsi) Depok: Universitas Indonesia. 2008.
[8] Sastroharmidjojo, Hardjono. Dasar-dasar Spektroskopi. Yogyakarta: Liberty Sembiring, M. T. dan Sinaga, T. S. 2003. Arang Aktif (Pengenalan dan Proses Pembuatan). USU Digital Library. Sumatra Utara. 2001.
Published
2020-05-29
How to Cite
Padmasari, G., & Melati, A. (2020). Sintesis Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dengan Aktivator HCl. Prosiding Seminar Nasional Fisika Festival, 1, 1-4. Retrieved from https://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/fisfest/article/view/733
Section
Articles