Kajian Indeks Bahaya Seismik Regional Rata-Rata Pulau Jawa Tahun 1903-2006 Dengan Menggunakan Software QUANTUM GIS (QGIS)

  • Arya Santri Wiratama Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Fitrianingsih Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ika Rakhmawati Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Nadzif Muaffi Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Siti Estiya Pujiningtiyas Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Surya Eka Kurnia Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Nugroho Budi Wibowo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Yogyakarta
Keywords: IBSRR, QGIS, Pulau Jawa, Gempabumi

Abstract

Sebagai sebuah Negara yang berada pada zona pertemuan antar 3 lempeng dunia yang masih aktif, Indonesia termasuk kedalam Negara yang rawan gempa. Salah satu pulau yang berada pada zona pertemuan lempeng adalah Pulau Jawa dan sepanjang laut selatan. Kerugian yang dialami akibat bencana ini bukanlah hal yang ringan, oleh karena itu diperlukannya kajian mengenai Indeks Bahaya Seismik Regional Rata-rata (IBSRR). Harga IBSRR tertinggi di Pulau Jawa dan sepanjang laut selatan selama kurun waktu 1903-2006 sebesar 0,1960488 yang berada pada Provinsi DIY, sedangkan IBSRR terendah adalah 0,144295 berada di Provinsi Jawa Timur. IBSRR diindikasikan mampu mengklasifikasikan wilayah yang memiliki indeks bahaya seismik tinggi sehingga diharapkan mampu meminimalisir korban serta kerugian yang akan terjadi di kemudian hari akibat gempabumi. Menggunakan software QGIS Pulau Jawa akan dipetakan menggunakan warna-warna tertentu sehingga mampu dengan mudah menggambarkan tingkatan bahaya seismik yang didapat.

[As a country that is in a zone of meeting between the 3 plates of the world that is still active, Indonesia is included in a country prone to earthquakes. One of the islands in the zone where the plates meet is Java and along the southern sea. The losses suffered from this disaster are not minor, therefore a study of the average Regional Seismic Hazard Index (IBSRR) is needed. The highest IBSRR in Java and along the southern sea during in 1903-2006 valued at 0.1960488 is in DIY Province, while the lowest IBSRR valued at 0.144295 is in the Jawa Timur Province. IBSRR is indicated to be able to classify areas that have a high seismic hazard index so that it is expected to be able to minimize casualties and losses that will occur in the future due to earthquakes. By using the QGIS Java Island software will be mapped with certain colors so that it can easily describe the level of seismic danger obtained.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Edwiza D, “Kajian Terhadap Indek Bahaya Seismik Regional Rata-Rata Sumatera Barat”, No. 29 Vol.1 Thn. XV, April. 2008.
[2] Hartuti. Rine Evi, Buku Pintar Gempa, Yogyakarta: DIVA Press, 2009, pp. 15-48.
[3] Sunarjo, M. Taufik Gunawan. Sugeng Pribad,. Gempabumi Indonesia Edisi Populer, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 2012, pp. 1-24.
[4] Sulistiyani, “Kajian Terhadap Indeks Bahaya Seismik Regional Menggunakan Data Seismik di Pulau Jawa dari Tahun 1900-2006”, Indonesian Journal of Applied Physics, Vol.3 No.1 halaman 21, April. 2013.
Published
2020-05-29
How to Cite
Wiratama, A. S., Fitrianingsih, Rakhmawati, I., Muaffi, N., Pujiningtiyas, S. E., Kurnia, S. E., & Wibowo, N. B. (2020). Kajian Indeks Bahaya Seismik Regional Rata-Rata Pulau Jawa Tahun 1903-2006 Dengan Menggunakan Software QUANTUM GIS (QGIS). Prosiding Seminar Nasional Fisika Festival, 1, 40-46. Retrieved from https://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/fisfest/article/view/742
Section
Articles