Studi Site Effect (Tapak Lokal) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang Jawa Tengah

  • Sri Handayani Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Thaqibul Fikri Niyartama Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Nugroho Budi Wibowo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Yogyakarta
Keywords: Mikrotremor, HVSR, Site Effect, Kecamatan Nlguwar Kabupaten Magelang

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang Jawa Tengah berdasarkan pengukuran mikrotremor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai frekuensi dominan () dan amplifikasi tanah ( ). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi daerah rawan bencana gempabumi berdasarkan studi site effect (tapak lokal) dikaji dengan parameter percepatan getaran tanah maksimum (Peak Ground Acceleration, PGA), indeks kerentanan seismik (Kg), ground shear strain (GSS) dan ketebalan lapisan sedimen (h) yang bermanfaat untuk perencanaan, pengembangan, dan pembangunan yang tahan terhadap getaran gempabumi sehingga dapat meminimalisir resiko saat bencana gempabumi terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan seismometer tipe TDS-303 pada 41 titik pengukuran dengan jarak antar titik 1000 meter. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak Sesarry Geopsy dengan menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan frekuensi dominan dan amplifikasi tanah. Perhitungan nilai PGA menggunakan persamaan Kanai dan model gempabumi skenario yang digunakan adalah gempabumi dengan sumber sesar lokal (sesar progo) dengan magnitudo 5 dan 6. Nilai PGA yang dihasilkan pada magnitudo 5 yaitu 24,94 s.d 126,50 gal sedangkan untuk magnitudo 6 berkisar 101,60 s.d 515,35 gal. Sebaran nilai indeks kerentanan seismik antara 0,87 s.d 58,27. Sebaran nilai ground shear strain antara 0,08 s.d 1,53  untuk magnitudo 5 sedangkan untuk magnitudo 6 berkisar 0,35  s.d 6,26 . Ketebalan lapisan sedimen (h) antara 7,12 s.d 151,74 meter. Nilai PGA, Kg, GSS dan h terbesar berada di Desa Pakunden dan Banjarharjo yang diperkirakan memiliki tingkat resiko besar terhadap bencana gempabumi. Nilai indikator tingkat kerawanan terhadap dampak gempabumi sangat dipengaruhi oleh faktor site effect atau kondisi geologi setempat dari suatu daerah sehingga tidak cukup dengan mengukur satu parameter saja.

[Research has been carried out in Ngluwar District, Magelang Regency, Central Java based on microtremor measurements. This study aims to determine the value of dominant frequency () and soil amplification ( ). This study also aims to determine the potential for earthquake-prone areas based on site effect studies assessed with parameters of peak ground acceleration (PGA), seismic vulnerability index (Kg), ground shear strain (GSS) and layer thickness sediments (h) that are useful for planning, developing, and building that are resistant to earthquake vibrations so can minimize the risk when an earthquake disaster occurs. Data was collected using a seismometer type TDS-303 at 41 measurement points with a distance between points of 1000 meters. The data is processed using Sesarry Geopsy software using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method to obtain () and ( ). The calculation of PGA values using the Kanai equation and scenario earthquake model used is earthquake with a local fault source (fault progo) with magnitudes 5 and 6. The PGA values generated at magnitude 5 are 24,9 to 126,50 gal while for magnitude 6 from 101,60 to 515,35 gal. Distribution of Kg values between 0,87 to 58,27. The distribution of GSS values is between 0,08 to 1,54 for magnitude 5 while for magnitude 6 ranges from 0,34to 6,26 . The (h) values ranged from 7,12 to 151,74 meters. The largest PGA, Kg, GSS and h values are in the villages of Pakunden and Banjarharjo which estimated have a high level of risk from earthquake disasters. The value of   indicator level of vulnerability to the impact of an earthquake is strongly influenced by site effect factors or the local geological conditions of an area so it is not enough to measure just one parameter.]

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2010. Peta Zonasi Ancaman Gempa Bumi di Indonesia.
[2] Kertapati, E. K. 2004. Aktivitas Gempabumi di Indonesia: Perspektif Regional pada Karakteristik Gempabumi Merusak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Pusat Survei Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
[3] BMKG. 2018. Katalog Gempabumi Signifikan dan Merusak 1821-2018. Pusat gempabumi dan tsunami BMKG. Jakarta.
[4] Al-Jumanatul’Ali. 2004. Al-Qur’an dan Terjemahnya. CV Penerbit J-ART Departeman Agama RI. Bandung.
[5] Nakamura, Y. 1996. Real Time Information Systems for Seismic Hazards Mitigation. Railway Technical Research Institute, Quarterly Reports, Vol. 37 No. 3 1996 : 112-127.
[6] Raharjo. W, Sukandar. R, dan Rosidi H. 1995. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Bandung
[7] Destegul, U., 2004. Sensitivity Analysis of Soil Site Response Modelling in Seismic Microzonation for Lalitpur Nepal. Enschede. Netherlands
[8] Nakamura, Y. 2000. Clear Identification of Fundamental Idea of Nakamura’s Technique and its Applications. In: Procceedings of 12th Wordl Conference on Earthquake Engineering, New Zealand.
[9] Ibrahim, Gunawan, dan Subardjo. 2005. Pengetahuan seismologi. Badan Meteorologi dan Geofisika. Jakarta.
[10] SESAME. 2004. European research project WP12: Guidelines for the implementation of the H/V spectral ratio technique on ambient vibrations: measurements, processing and interpretation
Published
2020-05-29
How to Cite
Handayani, S., Niyartama, T. F., & Wibowo, N. B. (2020). Studi Site Effect (Tapak Lokal) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Fisika Festival, 1, 92-101. Retrieved from https://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/fisfest/article/view/751
Section
Articles