Analisis Sarana Prasarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Fisika SMA/MA Negeri di Kabupaten Temanggung

  • Sintia Nur ‘Aini Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ika Kartika Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Widayanti Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Intensitas kegiatan praktikum fisika, Kendala dalam pelaksanaan kegiatan praktikum, Laboratorium Fisika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kelengkapan dan kondisi sarana prasarana laboratorium fisika, mengetahui intensitas penggunaan laboratorium fisika pada kegiatan praktikum fisika dan mengetahui kendala dalam melaksanakan kegiatan praktikum fisika SMA/MA Negeri di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh SMA dan MA di Kabupaten Temanggung dan sampel penelitian ini yaitu SMA N 1 Temanggung, SMA N 2 Temanggung, SMA N 3 Temanggung, SMA N 1 Pringsurat, SMA N 1 Candiroto dan MAN Temanggung. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling karena sampel yang digunakan hanya sekolah yang berstatus negeri dan memiliki laboratorium fisika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner atau angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk menganalisis data hasil observasi kelengkapan dan kondisi sarana prasarana laboratorium fisika, intensitas kegiatan praktikum, dan angket siswa. Teknik analisis data hasil wawancara dengan menggunakan teknik analisis deskriptif model Miller dan Hubberman. Kelengkapan dan kondisi sarana laboratorium fisika SMA/MA Negeri di Kabupaten Temanggung termasuk dalam kategori lengkap dan baik. Persentase dari kelengkapan dan kondisi sarana laboratorium fisika adalah 75,38 % dan 79,42 %. Persentase kelengkapan dan kondisi prasarana laboratorium fisika adalah 72,22 % dan 72,72 %. Intensitas kegiatan praktikum fisika pada kategori baik. Berdasarkan wawancara guru dan angket respon siswa menyatakan bahwa kegiatan praktikum mampu mendukung proses pembelajaran fisika. Kendala yang dihadapi guru fisika dan laboran dalam melaksanakan kegiatan praktikum tiap sekolah berbeda-beda. Guru fisika SMA N 1 Temanggung, SMA N 1 Pringsurat dan MAN Temanggung menyatakan bahwa kendala dalam melaksanakan kegiatan praktikum adalah keterbatasan waktu jam pelajaran mata pelajaran fisika. MAN Temanggung mengalami kendala pada persiapan kegiatan praktikum karena tidak memiliki laboran.

[This research aims to analyze the completeness and condition of infrastructure facilities in the physics laboratory of SMA / MA Negeri in Temanggung, describing and analyzing the intensity of laboratory use in physics practicum activities to support the physics learning process of SMA / MA Negeri in Temanggung Regency, and obtaining information about the obstacles encountered in carrying out practicum activities in the laboratory physics. This research is a descriptive study using methods of surveys. The technique of data collection is by observing, interviews and questionnaire. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis for analyze the completness and condition of infrastructure facilities in physics laboratory and student questionnaire and also use Data analysis techniques using the miller and hubberman models to analyze data from the interviews of teachers and laboratory assistants. Sampling techniques in this study used purposive sampling techniques with the object of this research is SMA N 1 Temanggung, SMA N 2 Temanggung, SMA N 3 Temanggung, SMA N 1 Pringsurat, SMA N 1 Candiroto and MAN Temanggung. The results showed that the completeness and condition of laboratory facilities of SMA/MA state in Temanggung district belongs to the full category and good. The percentage of the completeness and condition of physical laboratory facilities is 75.38% and 79.42%. The percentage of completeness and physical laboratory infrastructure conditions are 72.22% and 72.72%. The intensity of practicum of physics activities in good category. Based on teacher interviews and student response polls, the students said that practicum activities were able to support the physics learning process. The obstacles faced by physicist and laboratory teachers in carrying out practicum activities of each school are different. Physics teacher at SMA N 1 Temanggung, SMA N 1 Pringsurat and MAN Temanggung had problem in carrying out practicum activities due to lack of time. MAN Temanggung have problems in preparing for practical activities because there is no laboran.]

References

[1] Kertiasa, N. (2006). Laboratorium Sekolah dan Pengelolaannya. Bandung: Pudak Scientific.
[2] Satrio&Sabani. (2018). Analisis Sarana Prasarana dan Pemandaatan Laboratorium Fisika SMA Negeri di Kota Medan. Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol.4 No.4 Oktober 2018, 6-10.
[3] Puspita, W. I., Masjkur, K., & Muhardjito. (2016). Analisis Pengelolaan Laboratorium Fisika SMA Negeri di Kabupaten Malang. Seminar Nasional Jurusan Fisika FMIPA UM 2016, 37-42.
[4] Katili, N. S., Sadia, I. W., & Suma, K. (2013). Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Fisika serta Kontribusinya terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kabupaten Jembrana. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA Volume 3, 1-9.
[5] Yanti, D. E., Subiki, & Yushardi. (Juni 2016). Analisis Sarana Prasarana Laboratorium Fisika dan Intensitas Kegiatan Praktikum Fisika dalam Mendukung Pelaksanaan Pembelajaran Fisika SMA Negeri di Kabupaten Jember. Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 5 No. 1, 41-46.
[6] Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
[7] Khasanah, N. (2013 ). Studi Kelengkapan dan Pemanfaatan Alat Praktikum Fisika Kelas X SMA Sebagai Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Published
2020-05-29
Section
Articles