Keanekaragaman Jamur Makroskopis di Lingkungan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
Abstract
Fungi are living creatures that have an important role in an ecosystem. Fungi function as decomposers or detritus in a food chain. The UIN Sunan Kalijaga campus area is a fungal ecosystem in which there are several types of habitat that support the existence of macroscopic fungi. The UIN Sunan Kalijaga campus area does not yet have data on macroscopic fungi. The aim of this research is to determine the diversity of macroscopic fungi in the UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta campus area. The data collection method is exploration with descriptive data analysis. The results of macroscopic fungal research obtained 2 classes, 4 orders, 7 families and 14 species. The 2 classes obtained are the Sordariomycetes class which consists of 1 order, 1 family, 2 species and the Agaricomycetes class which consists of 3 orders, 6 families and 12 species.
Keywords: Diversity, Macroscopic fungi, Ecosystems.
Abstrak
Jamur merupakan makhluk hidup yang memiliki peranan penting dalam suatu ekosistem. jamur berfungsi sebagai pengurai atau detritus dalam suatu rantai makanan. Kawasan kampus UIN Sunan Kalijaga merupakan salah ekosistem jamur yang di dalamnya terdapat beberapa tipe habitat yang mendukung keberadaan jamur makroskopis. kawasan kampus UIN Sunan Kalijaga belum memiliki data jamur makroskopis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis di kawasan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode pengambilan data yakni eksplorasi dengan analisis data deskriptif. Hasil Penelitian jamur makroskopis diperoleh 2 kelas, 4 ordo, 7 famili, dan 14 spesies. 2 kelas yang diperoleh yakni kelas Sordariomycetes yang terdiri dari 1 ordo, 1 famili, 2 spesies dan kelas Agaricomycetes yang terdiri dari 3 ordo, 6 famili, dan spesies 12.
Kata Kunci: Keanekaragaman, Jamur makroskopis, Ekosistem.
References
Annisa, I., & Ekamawanti, H. A. (2017). Keanekaragaman Jenis Jamur Makroskopis di Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura. Jurnal Hutan Lestari, 5(4). 969-977
Aryani, L. N. A. 2016. Penyalahgunaan Magic Mushroom (Psilocybe cubensis). Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian/Smf Ilmu Kedokteran Jiwa Fk Unud.
Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. A., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Jackson, R. B. (2012). Biologi Jilid 2 (Terjemahan) Edisi ke-8. Jakarta : Erlangga.
Heyne, K.,1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, Volume II, Yayasan Sarana Wana Jaya : Diedarkan oleh Koperasi Karyawan, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta.
Ilahi, F. (2017). Interaksi Jamur Parasit dengan Tumbuhan Perennial: Model Matematika dan Simulasi. KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika, 2(1), 9-13.
Komariyah, S. (2018). Penetapan Kadar Protein pada Jamur Grigit (Schizophyllum commune) Dengan Metode Kjeldahl. Jurnal Analis Farmasi, 3(4), 280-285.
Kusrinah, K., & Kasiamdari, R. S. (2017). Morphological Characteristics and Kinship Relationship of Mushroom Schizophyllum commune Fr. Journal of Natural Sciences and Mathematics Research, 1(2), 65-71.
Lestari, F., & Febrianti, Y. (2018). Identifikasi Makrofungi Ordo Polyporales di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 2(1).
Mahardhika, W. A., Utami, A. B., Lunggani, A. T., & Putra, I. P. Eksplorasi Jamur Di Desa Kedung Pacul, Klaten dan Potensi Pemanfaatannya. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 24(1), 8-23.
Meiliawati, D., & Kuswytasari, N. D. (2013). Isolasi dan Identifikasi Jamur Kayu Lignolitik dari Vegetasi Mangrove Wonorejo. Jurnal Sains dan Seni ITS, 2(1), E16-E19.
Moore, S., & O'Sullivan, P. (2013). A guide to common fungi of the Hunter-Central Rivers region. Hunter-Central Rivers Catchment Management Authority.
Mueller, G. M., Schmit, J. P., Leacock, P. R., Buyck, B., Cifuentes, J., Desjardin, D. E., ... & Wu, Q. (2007). Global diversity and distribution of macrofungi. Biodiversity and conservation, 16, 37-48.
Norfajrina, N., Istiqamah, I., & Indriyani, S. (2021). Jenis-jenis jamur (fungi) makroskopis di desa Bandar Raya Kecamatan Tamban Catur. Al Kawnu: Science and Local Wisdom Journal, 1(1).
Pardosi, L., Makin, F. M. P., & Wiguna, I. G. A. (2020). Eksplorasi Jamur Makroskopis di Hutan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Saintek Lahan Kering, 3(1), 4-6.
Rahma, K., Mahdi, N., & Hidayat, M. (2019, January). Karakteristik jamur makroskopis di perkebunan kelapa sawit kecamatan meureubo aceh barat. In Prosiding seminar nasional biotik (Vol. 6, No. 1).
Siagian, S. M. (2021). Eksplorasi Jamur Makroskopis Di Taman Nasional Batang Gadis Kawasan Resort 7 Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Solle, H., Klau, F., & Nuhamara, S. T. (2017). Keanekaragaman Jamur di Cagar Alam Gunung Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 105-110.
Suryani, T., & Istiqomah, R. (2001). Studi Keanekaragaman JamurKayu Makroskopis di EduparkUniversitas Muhammadiyah Surakarta. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 15, No. 1, pp. 697-703).
Suryani, Y., Taupiqurrahman, O., & Kulsum, Y. (2020) . Mikologi. Padang : PT Freeline Cipta Granesia.
Wirawan, I. W. E. A., Suada, I. K., & Susrama, I. G. K. (2015). Identifikasi mikoriza vesikular arbuskular (MVA) dari rhizosfer tanaman cabai (Capsicum annuum L.) dan tomat (Solanum lycopersicum L.) serta perbanyakannya menggunakan media zeolit. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 4(4), 304-313.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

